Yayasan Universitas Kristen Indonesia

Hukum Skincare Routine Pria dalam Islam, Bolehkah?

Hukum Skincare Routine Pria dalam Islam, Bolehkah?

Di 2026, tren perawatan kulit untuk pria bukan lagi hal yang asing. Toko-toko kosmetik kini punya rak khusus untuk pria, dan skincare routine pria sudah menjadi pembicaraan di mana-mana — dari tongkrongan sampai media sosial. Tapi di balik tren ini, banyak pria Muslim yang diam-diam menyimpan satu pertanyaan: hukum skincare untuk pria dalam Islam itu sebenarnya bagaimana?

Pertanyaan ini bukan lebay. Justru, bertanya soal hukum syariat sebelum melakukan sesuatu adalah tanda keimanan yang baik. Islam memang mengatur hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk soal penampilan dan kebersihan diri. Nah, supaya tidak bingung atau malah salah kaprah, ada baiknya kita telusuri ini dari akarnya langsung.

Faktanya, Islam adalah agama yang mencintai kebersihan dan keindahan. Ada hadis yang sangat terkenal: “Innallaha jamiilun yuhibbul jamal” — Allah itu indah dan menyukai keindahan. Artinya, menjaga penampilan dan merawat diri sama sekali bukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, selama dilakukan dengan cara yang benar.


Dasar Hukum Skincare Pria dalam Islam

Merawat Diri Adalah Anjuran, Bukan Larangan

Islam mewajibkan umatnya untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman. Menjaga kulit dari kotoran, jerawat, atau penyakit kulit termasuk dalam maqashid syariah — yakni menjaga jiwa dan raga. Jadi ketika seorang pria membersihkan wajahnya dengan facial wash, memakai pelembap, atau menggunakan tabir surya, itu semua masuk dalam kategori mubah, bahkan bisa bernilai sunnah jika diniatkan untuk menjaga nikmat yang Allah berikan.

Para ulama fikih juga tidak pernah melarang pria merawat kulit, rambut, atau tubuhnya. Yang ada justru anjuran untuk bersih, rapi, dan tidak menyia-nyiakan diri. Nabi Muhammad SAW sendiri dikenal sangat memperhatikan penampilan dan kebersihan beliau.

Batasan yang Perlu Diperhatikan

Di sinilah letak pentingnya. Hukum skincare pria dalam Islam menjadi bermasalah ketika melibatkan hal-hal berikut:

Jadi bukan skincare-nya yang bermasalah, melainkan caranya.


Produk Skincare yang Halal dan Aman Digunakan Pria Muslim

Ciri-Ciri Produk yang Boleh Dipakai

Memilih produk skincare yang halal bukan sekadar soal label. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Cek sertifikasi halal dari lembaga terpercaya seperti MUI atau LPPOM.2. Hindari produk yang mengandung alkohol jenis etanol sebagai bahan utama, bukan sekadar pelarut kecil.3. Pilih produk yang tidak mengandung kolagen babi atau turunannya.4. Baca ingredient list — semakin transparan mereknya, semakin aman.

Tidak sedikit pria Muslim yang sudah aware soal ini dan aktif mencari produk dengan label halal. Tren ini bahkan mendorong banyak brand lokal Indonesia untuk memperkuat sertifikasi halal mereka.

Jenis Skincare yang Umum dan Hukumnya

Berikut beberapa jenis produk yang biasa digunakan pria dan status hukumnya secara umum:


Kesimpulan

Hukum skincare routine pria dalam Islam secara umum adalah mubah — boleh, bahkan bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk menjaga amanah tubuh dari Allah. Yang membedakan halal dan haramnya bukan produknya semata, melainkan kandungan bahan, cara penggunaan, dan niatnya.

Bagi pria Muslim yang ingin merawat kulit, langkah paling bijak adalah memilih produk bersertifikat halal, menghindari gaya perawatan yang menyerupai perempuan secara berlebihan, dan selalu meluruskan niat. Merawat diri adalah bentuk syukur, bukan sesuatu yang harus ditakuti atau dianggap tabu.


FAQ

Apakah pria boleh pakai skincare dalam Islam?

Boleh. Merawat kulit termasuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh yang dianjurkan dalam Islam. Selama produk yang digunakan halal dan tidak menyerupai gaya berhias perempuan, hukumnya mubah.

Apakah skincare mengandung alkohol haram dipakai pria Muslim?

Tergantung jenis alkoholnya. Alkohol dari turunan khamr (etanol memabukkan) dihukumi najis oleh sebagian ulama. Namun jika hanya sebagai pelarut dalam kadar sangat kecil dan tidak memabukkan, sebagian ulama membolehkan dengan syarat tertentu. Lebih aman memilih produk halal bersertifikat.

Apakah pakai sunscreen termasuk tasyabbuh dengan perempuan?

Tidak. Sunscreen adalah produk perlindungan kulit yang digunakan oleh laki-laki dan perempuan, bukan identik dengan kecantikan perempuan. Pemakaian sunscreen oleh pria hukumnya boleh dan tidak termasuk tasyabbuh.

Exit mobile version